Oleh Nadya
Natasha
Siang itu cukup panas, kami bertemu
di sebuah kedai kopi di pinggir kota Jakarta. Perempuan bertalenta itu sudah
duduk menunggu kedatanganku yang terlambat beberapa menit.
“Hai, Diani ya?”
“Iya. Kita kita mau duduk disini aja atau dimana?”,
jawabnya ramah.
Setelah memilih tempat duduk paling
nyaman dan memesan 2 gelas kopi bercampurkan karamel, kami pun mulai saling
mengenal dan bercerita.
“Bagaimana kehidupanmu di masa kecil?
“Lahir dan tumbuh besar di Bandung. Masa kecil Saya cukup bahagia.. umum seperti perempuan lainnya Saya juga pernah punya
koleksi boneka barbie. Dari dulu
selalu sekolah dekat dengan rumah. Dulu sebenernya
ingin masuk ke SMP favorit di Bandung, tapi karena cukup
jauh dari rumah jadinya gak dibolehin sama orang tua. Selama masa remaja pun
pernah mengalami beberapa transformasi dari mulai gaya punk, indie sampai ke tomboy.” Ujar
perempuan penyuka kuliner ini.

