Oleh : Lana Syahbani
Ruangan itu tak diterangi lampu, cahaya yang masuk dari jendela pun tak cukup banyak untuk menerangi seluruh ruangan. Tidak ada satu pun mahasiswa seni yang sedang berkegiatan di sana. Studio di lantai satu kawasan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung itu hening.
Seorang laki-laki berkemeja hitam, duduk membelakangi jendela kayu bercat abu, tempat masuknya cahaya. Sambil bercerita, sesekali ia membuang abu dari rokoknya. Matanya menerawang ketika kata-kata mengalir dari pikiran ke mulutnya.
Sepintas namanya memang mirip dengan seorang filsuf asal spanyol, yang mengusung pemikiran aristoteles secara radikal. Namun tak ada kemiripan ataupun hubungan di antara keduanya. Averroes. Ia sedang menjalani kehidupannya dalam ranah seni visual.
.jpg)